Antara Reward dan Jadi Alat

Lain halnya jika cara merayunya dalam bentuk perbuatan nyata. Semisal membantu membereskan tempat tidur, membawa baju kotor ke keranjang cucian, membantu menata meja makan, dan sebagainya. “Nah, rayuan seperti ini adalah rayuan yang bagus sekali.” Sebab, selain berguna bagi dirinya, juga baik untuk lingkungan. “Yang seperti ini harus diberireward. “

Yang pasti, rayuan macam ini juga harus tetap diwaspadai. Soalnya, bisa saja dilakukan
anak demi mencapai tujuan tertentu. “Aku mau bawa minuman Ayah, ah, biar nanti
dibeliin boneka Barbie.”

Nah, untuk menghindari hal tersebut, mudah, kok. Yang diperlukan hanya kejelian orang tua. Misalnya, bila anak biasanya susah dimintai bantuan lalu tiba-tiba tanpa diminta menawarkan diri mengerjakan sesuatu, “Kita boleh curiga, ada apa, nih, dengan si kecil. Komunikasikan dengan anak.” Misalnya, “Wah, hebat, lo, anak Papa membawakan minuman. Sekarang papa mau tanya, ada apa, sih?” Dari situ akan terlihat, apa sebetulnya maksud dan tujuan anak. Setelah itu, boleh saja kita membuat perjanjian dengan anak, “OK, Papa akan belikan boneka tapi janji, kamu harus seperti ini setiap hari. Menjadi anak baik yang selalu membantu orang tua.”