Contoh Wajar Sifat Latah

Mengarahkan anak untuk melakukan peniruan pada hal-hal yang positif saja bisa dilakukan sambil kita menunjukkan sifat dan kebiasaan baik. Bagaimanapun, anak akan melakukan imitasi terhadap orang yang paling dekat dengan dirinya, yaitu orang tua. Anak akan meniru semua sikap dan tutur kata kita, tidak peduli apakah sifat itu positif atau negatif. Jadi, berhati-hatilah terhadap sifat dan kebiasaan-kebiasaan buruk jika kita tak ingin si kecil mencontohnya. Tentunya, beri contoh yang wajar, tak perlu dibuat- buat.

Orang tua mungkin saja sibuk bekerja, tapi jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak mengajari anak akan hal-hal positif. Mengakalinya, mintalah kepada pengasuh anak kita untuk menjelaskan hal atau kebiasaan-kebiasaan apa saja yang harus ditanamkan kepada anak, dan mana yang tidak. Jadi, meski orang tua hanya punya sedikit waktu bersama anak, si kecil akan tetap mengacu pada orang tua sebagai model imitasinya melalui si pengasuh. Bukan tak mungkin anak akan menegur teman yang dinilainya tidak sopan dengan membawa-bawa nama kita, “Lo, kok, kamu makannya dibuang-buang. Kata Bunda, itu enggak baik.”