Peran Aktif Orangtua Dalam Mengatasi Anak Fobia

Menurut literatur, anak usia prasekolah mulai mengetahui sesuatu atau sosok yang menakutkan dari buku-buku cerita seperti dongeng atau melalui video, film kartun dan tayangan televisi lainnya yang bertubi-tubi. Misalnya sajian bertopik kriminalitas atau kisah-kisah bernuansa misteri/hantu. Kebiasaan menakuti-nakuti anak sudah saatnya ditinggalkan. Mestinya orang tua menyadari efek berkepanjangan yang bisa ditimbulkan.

Kalaupun anak susah diatur, tak ada salahnya mencari cara lain yang lebih bijak. Yang pasti, jangan sampai mengusik rasa aman dan nyaman si prasekolah. Orang tua juga seyogyanya menjadi sosok teladan bagi si kecil. Artinya, bila ibu/bapak sendiri adalah seorang yang penakut, maka jangan heran bila sifat ini “menular” pada anak. Jadi, setakut apa pun, orang tua harus berupaya untuk tampil yakin dan tetap tenang, terutama ketika berada di hadapan anak.

Usaha lainnya adalah mencoba membangun sikap positif. Misalnya, memberikan penjelasan kepada anak bahwa sosok dokter itu baik hati dan pintar. Alhasil, rasa takut anak terhadap dokter, klinik, atau rumah sakit berangsur-angsur bisa terkikis bahkan lenyap. Ada baiknya pula orang tua meluangkan waktu untuk mendengarkan dengan telinga dan hati, apa gerangan yang ditakutkan anak. Tentunya tak sekadar menyimak pembicaraan si kecil, berilah dukungan yang positif dan penjelasan yang menenangkan agar anak dapat mengatasi rasa takutnya.